waw,,, dua tahun saya pisah ranjang dari ne blog tanpa dibuka sedikitpun atopun ditengok. akhirya ketika liburan ini, disaat saya gak da kerjaan(maklum sok sibuk :b) saya kembali membuka halaman blog ini lagi. bosan dengan bacaan yang itu-itu saja, saya sempat menambahkan tulisan yang sudah lama akan saya posting, tapi iseng-iseng buat blog baru karena dirasa blog yang ini sudah tidak ingin diurus lagi,,hehe jadilah blog saya kini mengunsi di http://enviroseptria.blogspot.com/ <– untuk selanjutnya saya akan bernafas di blog tersebut,, silahkan kunjungi blog saya yang baru dan doakan agar tidak ada lagi rasa jenuh untuk menulis-menulis dan menulis.. slamat membaca
yap bukan karena saya anak jurusan teknik lingkungan, tapi karena lingkungan itu milik kita bersama maka harus dijaga bersama.
saya sadar terkadang saya masih lalai dalam melestarikan lingkungan, saya masih mengkonsumsi kresek padahal saya sudah bawa tas, dari hal kecil saja sya masih belum bisa menjaga lingkungan, padahal dalam alquran sudah dijelaskan,
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS Al A’raf :56 )
kandungan makna yang tersirat dalam firman Allah sudah dijelaskan Allah melarang kita untuk merusak bumi, dijadikan dengan penuh rahmat-Nya. Bumi diciptakan untuk dimanfaatkan dan di olah sebaik-baiknya bukan untuk dirusak atau diambil hasil alam yang berlimpah tanpa memperbaikinya… wah notes ini udah lama ada dipikiran saya hanya saja baru turun dalam bentuk ketikan sekarang,, hehe alibi
oke selamat menikmati senandung anak negeri ini, salam lestari–
LESTARI ALAMKU - By : Gombloh
Lestari alamku lestari desaku
Dimana Tuhanku menitipkan aku
Nyanyi bocah-bocah di kala purnama
Nyanyikan pujaan untuk nusa
Damai saudaraku suburlah bumiku
Kuingat ibuku dongengkan cerita
Kisah tentang jaya nusantara lama
Tentram kartaraharja di sana
Mengapa tanahku rawan ini
Bukit bukit telanjang berdiri
Pohon dan rumput enggan bersemi kembali
Burung-burung pun malu bernyanyi
Kuingin bukitku hijau kembali
Semenung pun tak sabar menanti
Doa kan kuucapkan hari demi hari
Kapankah hati ini kapan lagi
Rainwater Harvestig (RWH) As A Water Source Alternative For Post Earthquake Disaster Mitigation
Widodo B.1), Rully S.2), Donan W.3), J. Rahmadani.3), R. Lupiyanto 3) widodo_indo@yahoo.com or psl_uii@yahoo.com 1) Environmental Engineering Department, FTSP, Universitas Islam Indonesia (UII) 2) Student of Environmental Engineering Department, FTSP, UII 3) Center for Environmental Study (PSL), UII (The Proceeding of INTERNATIONAL SEMINAR On "The Reflection of Three Years of Yogyakarta Earthquake for Anticipation Future Earthquake Disasters" 27th May 2009, Master Program in Civil Engineering, Faculty of Civil Engineering and Planning, UII) Abstract Clean water is the main necessary for daily life, moreover after the earthquake. There are many dried well, after earthquake in 2006 that happen in Bantul, is the real condition for the limited clean water availability. Clean water that is supplied by tank trucks can not cover all societies’ need. In the rainy, with the rain fall average 200 mm/month, it could be good moment to sufficient the needing of clean water by using Rainwater Harvesting (RWH) method. The catchment area can be done by using tent’s roof to be flowed into storage tanks, for example bucket, drum or canvas. Generally, the quality of rainwater in Yogyakarta and surrounding areas are good enough and it is enough only by boiled it before consumed. But, if the quality of water is not good enough, it can be done by alternative of simple water treatment which is by filtering that use media such as grass, sand, gravel etc. This rainwater harvesting is considered to be alternative solution to sufficient clean water for disaster area, so that the priority of recovery in emergency and post disaster moment will be more focused on the victims not other problems. Keywords: rainwater harvesting, earthquake, mitigation, water supply
Air merupakan sumber daya yang mutlak diperlukan dalam kehidupan manusia. Untuk keperluan minum, memasak, mandi, mencuci, dan sebagainya tidak luput dari penggunaan air yang tersedia di planet Bumi. Jumlah air yang ada di bumi adalah 97.5% berupa air asin yang terdapat pada lautan dan 2.5% air tawar. Jumlah air tawar sebesar 2.5% jika dibagi lagi adalah 69% masih berupa es dikutub dan salju, 30% berupa ari tanah, 0.7% berupa air hujan dan 0.3% merupakan air sungai (Kodoatie dan Sjarief, 2005). Jumlah tersebut sangat sedikit jika dipergunakan secara terus menerus, ditambah jumlah populasi yang terus meningkat setiap tahunnya. Dimana perbandingan jumlah penduduk berbanding lurus dengan kebutuhan air. Konsumsi pemakaian air setiap orang untuk keprluan dari mandi, mencuci, minum dsb, setiap harinya adalah 120 liter/orang/hari. Sedangkan dinegara miskin dengan ketersediaan air yang terbatas setiap harinya seperti negara di Afrika, menggunakan air sebanyak 30 liter/orang/hari untuk keperluan pemakaian air yang sama. Hal tersebut bisa terjadi dinegara Indonesia, apabila penggunaan air masih belum dioptimalkan. Selain itu krisis air yang terjadi diakibatkan juga oleh kurangnya kesadaran masyarakat yang menyiakan ketersediaan air yang ada dimuka bumi. Sebagai contoh melakukan daur ulang air belum banyak diterapkan di Indonesia. Sehingga masih menggunakan sumber air bersih untuk keperluan pertanian, peternakan, dan industri.
Diperkirakan pada tahun 2025 akan terjadi krisis air di beberapa negara. Salah satu penyebab krisis air yang terjadi yaitu pemakaian air yang tidak efisien (Abidin, 2006).
Krisis air yang terjadi membuat ketersediaan air tanah semakin menipis karena selama ini masyarakat hanya bergantung dari ketersediaan sumber air tanah. Untuk itu, diperlukan suatu alternatif menghemat ketersediaan air tanah untuk mencegah terjadinya krisis air yaitu dengan memanfaatkan air hujan yang diharapkan dapat mengurangi krisis air yang terjadi. Dilihat dari potensi air hujan yang turun setiap tahun. Tetapi air hujan yang melimpah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dimana lahan peresapan yang semakin berkurang menyebabkan air hujan terbuang sia-sia dan siklus hidrologi berjalan dengan cepat dampaknya kurangnya ketersediaan air tanah, sehingga ketika musim penghujan terjadi banjir dan ketika musim kemarau kekeringan terjadi.
Air hujan merupakan sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber daya air yang potensial sekaligus dapat menghemat kebutuhan air bersih yang semakin langka. Mengenalkan air hujan untuk dimanfaatkan merupakan strategi untuk pembangunan yang berkelanjutan, tidak hanya diperkotaan, tetapi juga di pedesaan. Karena penghematan air bersih penting untuk kelangsungan kehidupan, pembangunan dan lingkungan. Oleh karena itu gunakan air secara optimal, untuk keberlangsungan hidup anak cucu kita kelak. Clean Water for Healthy World, selamat hari Air sedunia.
(Rully S, Mahasiswa Teknik Lingkungan UII)

(An QS.Nahl:65)
SURAT YANG DITULIS PADA TAHUN 2070
Hallow…
Ada sedikit artikel nih. Setelah baca mohon kesadarannya!!!
Saat ini adalah tahun 2070. Usia saya baru 50 tahun, tetapi penampilan saya seperti seseorang yang telah berusia 85 tahun.
Saya menderita gangguan ginjal serius, karena saya tidak minum dengan cukup
Saya khawatir saya tidak memiliki waktu lebih lama lagi untuk hidup. Saya adalah salah satu orang tertua di masyarakat
Saat ini adalah tahun 2070
Usia saya baru 50 tahun, tetapi penampilan saya seperti seseorang yang telah berusia 85 tahun.
Saya menderita gangguan ginjal serius, karena saya tidak minum dengan cukup. Saya khawatir saya tidak memiliki waktu lebih lama lagi untuk hidup. Saya adalah salah satu orang tertua di masyarakat.
Semuanya tampak berbeda
Banyak pepohonan di taman,
Rumah-rumah memiliki kebun yang indah,
Dan saya dapat menikmati mandi selama setengah jam
Saat ini, kita menggunakan handuk dan minyak pencuci untuk membersihkan tubuh kita. Saat ini, kita menggunakan handuk dan minyak pencuci untuk membersihkan tubuh kita. Saat ini, kita harus mencukur kepala untuk menjaganya tetap bersih tanpa menggunakan air.
Dahulu, ayahku mencuci mobilnya dengan air yang keluar dari selang
Saat ini, anakku tidak percaya bahwa air dapat digunakan dengan cara seperti itu
Saya ingat bahwa
peringatan
SELAMATKAN AIR
Di poster-poster, radio dan TV, tapi tidak satu orangpun memperhatikannya.
Kami pikir air tidak akan pernah habis.
Saat ini, semua sungai, danau, waduk dan lapisan air bawah tanah kering atau terkontaminasi. Industri hampir berhenti dan pengangguran mencapai proporsi yang mengakhawatirkan.
Instalasi desalinasi adalah penyerap utama tenaga kerja dan para karyawan menerima air minum sebagai bagian dari upah mereka.
Penodongan dengan senjata untuk sebuah jerigen air adalah pemandangan yang umum
80% makanan adalah sintetik.
Dahulu, jumlah air yang disarankan untuk diminum oleh orang dewasa setiap harinya.
adalah 8 gelas per hari
Saat ini, saya hanya diperbolehkan setengah gelas per hari.
Saat ini kita harus menggunakan pakaian sekali pakai, dan ini meningkatkan jumlah sampah.
Saat ini kita menggunakan septic tanks, Karena sistem sewerage tidak dapat bekerja karena kurangnya air.
Penampilan manusia sangat mengerikan: berkerut, kering akibat dehidrasi, penuh dengan rasa sakit akibat radiasi ultra violet, sekarang diperkuat dengan tidak adanya perisai pelindung dari lapisan ozon
Kanker kulit, infeksi gastrointestinal dan saluran urine adalah penyebab utama kematian.
Diakibatkan oleh kekeringan pada kulit yang berlebihan anak muda berusia 20 akan tampak seperti 40 .
Ilmuwan menginvestigasi, tetapi tidak ada pemecahan dari masalah tersebut
Air tidak dapat diproduksi, oksigen juga terdegradasi akibat kurangnya pepohonan dan vegetasi, dan kapasitas intelektual generasi muda sungguh lemah
Morfologi spermatozoa pada pria telah berubah. Sebagai akibatnya, bayi-bayi dilahirkan dengan defisiensi, mutasi dan kelainan bentuk fisik.
Kita harus membayar kepada pemerintah atas udara yang kita hirup, 137 m3 per hari per orang dewasa
Siapa yang tidak mampu membayar akan diusir dari "zona yang berventilasi", paru-paru mekanik yang sangat besar dengan tenaga matahari.
Kualitas udara sangat buruk, tetapi paling tidak orang-orang dapat bernafas.
Usia harapan hidup adalah 35 tahun
Di beberapa negara, dimana masih terdapat beberapa zona hijau yang dilalui oleh sungai, dijaga oleh tentara-tentara bersenjata berat.
Air menjadi harta benda yang paling didamba-dambakan, lebih berharga dari emas dan berlian.
Tempat dimana saya tinggal, tidak ada pepohonan, karena jarang sekali hujan. Ketika terjadi presipitasi, Itu adalah hujan asam.
Musim sungguh telah terpengaruh oleh uji atom dan oleh kontaminasi indutri di abad ke 20
Kita diperingati untuk menjaga lingkungan, tetapi tidak satu orang pun yang peduli
Ketika anakku meminta kepadaku untuk menceritakan tentang masa mudak,vaku mengatakan kepadanya tentang lahan yang hijau, keindahan bunga-bunga, tentang hujan, betapa menyenangkannya berenang dan tentang ikan-ikan
di sungai dan waduk, kita dapat meminum semua minuman, dan betapa sehatnya
orang-orang di masa itu.
Dia bertanya: Ayah! Kenapa tidak ada air ?
Kemudian, aku merasakan ada yang mengganjal di tenggorokan ku !
Aku tidak bisa untuk tidak merasa bersalah, karena aku termasuk pada generasi yang berkontribusi menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan atau dengan seenaknya tidak memperhatikan Semua tanda peringatan
Saat ini, anak-anak kita membayar harga yang sangat mahal!
Aku sangat percaya bahwa dalam waktu yang singkat kehidupan di bumi menjadi sesuatu yang tidak mungkin, karena kerusakan alam saat ini mencapai tahap yang tidak dapat dikembalikan ke semula lagi.
Bagaimana aku bisa kembali lagi dan membuat manusia mengerti …
… bahwa kita masih mempunyai waktu untuk menyelamatkan bumi kita
Sekarang …..
Ini adalah pilihanmu ….
Untuk menjaga planet kita yang indah ini
atau …
menjadi egois dan
tidak menghiraukan kebutuhan generasi masa depan kita
APJ Abdul Kalam – enhanced by Willy Sidharta
Bumi semakin hari semakin panas. Menurut berita dari yang banyak saya baca, hal tersebut di akibatkan juga dari efek rumah kaca. Sebagian besar memang di akibatkan karena minimnya pengetahuan dan kesadaran dari manusia tentang lingkungannya. Saya sebagai mahasiswi Teknik Lingkungan yang ikut bertanggung jawab terhadap lingkungan ingin sedikit membagi ilmu yang telah saya pelajari dari bidang saya tersebut.
Para ahli sudah setuju bahwa efek rumah kaca disebabkan oleh bertambahnya jumlah gas-gas rumah kaca (GRK) di atmosfir yang menyebabkan energi panas yang seharusnya dilepas ke luar atmosfir bumi dipantulkan kembali ke permukaan dan menyebabkan temperatur permukaan bumi menjadi lebih panas. ( di ambil dari artikel IATPI-Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia ).
Contoh gas GRK ini misalanya, Karbon Dioksida (CO2), Nitro-Oksida (NO2), dan Metana (CH4).
efek rumah kaca ini menjadi faktor yang sekarang sedang banyak di perbincangkan yaitu global warming. Karena dari efek rumah kaca ini setidaknya bumi akan semakin panas sekitar 0.5ºC dari 100 tahun yang lalu. Bayangkan 100 tahun lalu teknologi belum secanggih sekarang, bagaimana kalau sekarang yang semakin canggih, tentu bisa lebih cepat efeknya dari sebelumnya. Sekarang saja, walaupun temperatur di bumi lebih panas hanya 0.5ºC, tapi itu bisa mengakibatkan es di kutub mencair, dan air laut semakin naik lagi kepermukaan.
Ø Nonton TV
Ø Menggunakan pengering rambut
Ø Memakai mesin cuci
Ø Bermain video game
Ø Menyalakan radio
Semua yang telah kamu lakukan itu membantu gas rumah kaca tersebut terlepas ke udara. Karena tenaga listrik itu di hasilkan melalu pembangkit listrik, yang sebagian besar menggunakan batu bara dan minyak bumi. Saya ingatkan membakar batu bara dan minyak bumi itu dapat menghasilkan gas rumah kaca.
Dari sekarang mulailah peduli dengan lingkugan kita. Misalnya, bersepeda atau berjalan kaki dapat membuat kita sehat, membantu menghemat bahan bakar fosil dan lebih ramah lingkungan. Hal itu sudah saya terapkan, berjalan kaki ke kampus yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal saya.
Mendaur ulang kaleng, botol, kantong plastik, dan koran. Ketika kamu melakukan daur ulang, kamu mngurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah dan kamu membantu penyelamatan sumber daya alam, seperti pohon, minyak bumi, dan bahan metal seperti alumunium. Tahukah kamu bahwa kamu membantu menjaga lingkungan bila kami membeli produk yang bisa didaur-ulang? Carilah produk yang memiliki tanda daur ulang - tiga anah panah membentuk suatu siklus (nanti ada gambar - red). Produk yang dapat di daur ulang umumnya dibuat dari benda yang telah digunakan. Umumnya untuk membuat produk daur ulang lebih sedikit energi yang digunakan daripada produk baru. Lebih sedikit energi digunakan, lebih baik.
Energi dari Sinar Matahari. Bayangkan hari ini adalah hari yang sangat panas. Kamu letakkan satu sendok es krim di pinggir jalan dan esnya langsung meleleh. Kenapa? Kamu mungkin tahu sinar matahari menyebabkan es itu leleh, tetapi kamu mungkin tidak tahu bahwa sinar matahari memproduksi energi. Energi yang dikenal sebagai solar energy - cara popular untuk mengatakan energi yang datang dari matahari - dapat digunakan untuk pemanasan ruimah, bangunan, air, dan untuk menghasilkan listrik. Di Indonesia memang belum banyak, namun ini adalah opsi yang menarik karena dapat dilakukan diseluruh pelosok Indonesia.
ENERGY STAR®
Bebearapa benda, seperti komputer, TV, Stereo, dan VCR mencantumkan label bertuliskan \"Energy\" dengan gambar sebuah bintang. Produk dengan label ENERGY STAR® dibuat untuk menghemat energi. Membeli produk ini akan membantu pelestarian lingkungan
Berhenti merokok!!!!
Sampai sekarang saya belum menemukan manfaat dari merokok dari segi kesehatan. Selain dapat membahayakan lingkungan karena asapanya yang tidak ramah terhadap lingkungan juga dapat membahayakan orang-orang yang ada di sekitar kamu ketika kamu sedang merokok. INGAT, kalau kamu perokok jangan merokok di dekat orang. Perokok pasif itu efeknya lebih berbahaya. Setiap iklan rokok, selalu di ingatkan bahwa merokok menyebabkan serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Naaah udah jelas di tulis, kok masih di konsumsi juga ?????????????????.
Dari hati yang terdalam saya berpesan untuk peduli terhadap bumi kita. Ini bukan hanya tanggung jawab saya karena bidang saya yang bergerak di lingkungan tapi ini tanggung jawab kita bersama, karena kita menghuni di planet yang sama. Tak henti saya ingatkan,
SELAMATKAN BUMI KITA !!!
